Memahami 6 Aspek Materi TKP CPNS dan Cara Penilaiannya
Dimas Maulana4 menit baca

Materi TKP CPNS menguji enam aspek, dari pelayanan publik hingga anti-radikalisme. Pelajari isi tiap aspek, cara penilaian, dan ambang batasnya.
Daftar Isi
Dari tiga tes dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Tes Karakteristik Pribadi (TKP) menuntut nilai minimal paling tinggi. Di sisi lain, setiap soal TKP yang kamu jawab tetap mendapat nilai. Memahami materi TKP CPNS dan cara penilaiannya membantu kamu menyiapkan tes ini dengan tepat.
Apa itu TKP dalam SKD CPNS?
TKP adalah satu dari tiga tes dalam SKD seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dua tes lainnya adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).
Aturannya tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kepmen PANRB) Nomor 321 Tahun 2024. Kepmen ini ditetapkan pada 29 Juli 2024 untuk seleksi CPNS tahun anggaran 2024.
Pada seleksi CPNS 2024, SKD berisi 110 soal: 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP. Seluruh soal dikerjakan dalam 100 menit. Kepmen menetapkan durasi total itu dan tidak menetapkan batas waktu untuk setiap tes. Pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yang melamar pada kebutuhan khusus penyandang disabilitas mendapat durasi 130 menit.
Apa saja materi TKP CPNS?
Menurut Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024, TKP bertujuan menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan enam aspek berikut.
Pelayanan publik
Aspek ini menilai kemampuan menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif. Tujuannya agar kamu bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai tugas dan wewenang yang dimiliki.
Jejaring kerja
Aspek ini menilai kemampuan membangun dan membina hubungan dengan orang lain. Termasuk di dalamnya bekerja sama, berbagi informasi, dan berkolaborasi secara efektif.
Sosial budaya
Aspek ini menilai kemampuan beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk. Masyarakat majemuk yang dimaksud terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya.
Teknologi informasi dan komunikasi
Aspek ini menilai kemampuan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja.
Profesionalisme
Aspek ini menilai kemampuan melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
Anti-radikalisme
Aspek ini menjaring informasi tentang pengetahuan kamu terhadap anti-radikalisme. Aspek ini juga melihat kecenderungan kamu bersikap dan bertindak saat menanggapi stimulus dengan beberapa alternatif situasi.
Latihan Soal
Menurut Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024, aspek TKP yang menilai kemampuan beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk adalah…
- Jejaring kerja
- Sosial budaya
- Pelayanan publik
- Profesionalisme
Lihat jawaban
Jawaban: B. Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024 mendefinisikan sosial budaya sebagai kemampuan beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk yang terdiri atas beragam agama, suku, dan budaya. Jejaring kerja menilai kemampuan membangun hubungan dan berkolaborasi, bukan adaptasi dalam masyarakat majemuk.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan CPNS dan PPPK dari Status hingga Hak Kerja
Bagaimana sistem penilaian TKP?
Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024 menetapkan bobot jawaban TKP paling rendah 1 dan paling tinggi 5. Soal yang tidak dijawab bernilai 0. Dengan 45 soal, nilai maksimal TKP adalah 225.
Penilaian ini berbeda dengan TWK dan TIU. Pada kedua tes itu, jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak menjawab bernilai 0. Ketentuan TKP dalam Kepmen tidak menyebut jawaban salah yang bernilai 0. Nilai maksimal TWK adalah 150 dan TIU 175, sehingga nilai maksimal SKD seluruhnya 550.
Karena jawaban TKP bernilai paling rendah 1, menjawab sebuah soal TKP selalu memberi nilai lebih tinggi daripada mengosongkannya.
Latihan Soal
Pada seleksi CPNS 2024, berapa nilai satu soal TKP yang tidak dijawab?
- 0
- 1
- 3
- 5
Lihat jawaban
Jawaban: A. Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024 menetapkan soal TKP yang tidak dijawab bernilai 0. Soal yang dijawab bernilai paling rendah 1, jadi jangan biarkan soal TKP kosong.
Berapa nilai ambang batas TKP CPNS?
Nilai ambang batas TKP pada seleksi CPNS 2024 adalah 166. Angka ini berlaku untuk kebutuhan umum dan kebutuhan khusus putra/putri Kalimantan. Nilai ambang batas adalah nilai minimal yang harus dipenuhi setiap peserta seleksi.
| Tes | Jumlah soal | Nilai maksimal | Ambang batas CPNS 2024 |
|---|---|---|---|
| TWK | 30 | 150 | 65 |
| TIU | 35 | 175 | 80 |
| TKP | 45 | 225 | 166 |
Nilai 166 setara rata-rata sekitar 3,69 untuk setiap soal TKP. Angka itu juga 73,8% dari nilai maksimal TKP. Sebagai perbandingan, ambang batas TWK setara 43,3% dan TIU 45,7% dari nilai maksimal masing-masing.
Apakah kebutuhan khusus punya ambang batas TKP?
Tidak. Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024 mengecualikan ambang batas setiap tes untuk lima kebutuhan khusus. Sebagai gantinya, berlaku nilai kumulatif SKD dan nilai TIU minimal berikut:
- Putra/putri lulusan terbaik berpredikat "dengan pujian"/cumlaude dan diaspora: nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dan nilai TIU paling rendah 85.
- Penyandang disabilitas, putra/putri Papua, dan putra/putri daerah tertinggal: nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dan nilai TIU paling rendah 60.
Apakah sudah ada ambang batas untuk CPNS 2026?
Pada 10 Oktober 2026, Kementerian Agama menyatakan belum ada informasi resmi dari Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait pengadaan CPNS. Karena itu, artikel ini merujuk Kepmen PANRB Nomor 321 Tahun 2024 untuk seleksi CPNS 2024. BKN menegaskan informasi resmi seleksi CPNS hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal SSCASN.
Sebagai pembanding, pemerintah sudah menetapkan ambang batas SKD Sekolah Kedinasan 2026 melalui Kepmen PANRB Nomor 406 Tahun 2026 pada 27 Juli 2026. Ambang batas TKP-nya 156, dengan jumlah soal TKP tetap 45 dan nilai maksimal 225. Angka 156 itu berlaku untuk Sekolah Kedinasan, bukan untuk seleksi CPNS umum.
Latihan Soal
Seorang peserta kebutuhan umum pada seleksi CPNS 2024 meraih nilai TWK 70, TIU 75, dan TKP 170. Apakah ia memenuhi nilai ambang batas SKD?
- Ya, karena nilai TKP-nya di atas 166
- Ya, karena nilai kumulatifnya di atas 311
- Tidak, karena nilai TIU-nya di bawah 80
- Tidak, karena nilai TWK-nya di bawah 75
Lihat jawaban
Jawaban: C. Peserta kebutuhan umum harus memenuhi ambang batas setiap tes: TWK 65, TIU 80, dan TKP 166. Nilai TWK dan TKP peserta ini memenuhi syarat, tetapi nilai TIU 75 berada di bawah 80. Nilai kumulatif 311 hanya berlaku untuk kebutuhan khusus cumlaude dan diaspora, bersama nilai TIU paling rendah 85.
Baca Juga: Menanti Rekrutmen Bersama BUMN 2026 dan Cara Mempersiapkannya
Kesimpulan
- Materi TKP CPNS mencakup enam aspek: pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, serta anti-radikalisme.
- Jawaban TKP berbobot 1 sampai 5, sedangkan soal yang tidak dijawab bernilai 0.
- Pada seleksi CPNS 2024, TKP berisi 45 soal dengan nilai maksimal 225 dan ambang batas 166 untuk kebutuhan umum.
- Per 10 Oktober 2026, Kementerian Agama menyatakan belum ada informasi resmi pengadaan CPNS dari Kementerian PANRB dan BKN, sehingga artikel ini merujuk aturan CPNS 2024.
Ingin berlatih TKP bersama tutor? Lihat program Bimbel CPNS dari Akademi ASN.
Referensi
- Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Tahun Anggaran 2024, BKN. Diakses 15 Oktober 2026.
- Keputusan Menteri PANRB Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun 2026, JDIH Kementerian PANRB. Diakses 15 Oktober 2026.
- Pemerintah Tetapkan Nilai Ambang Batas SKD Sekolah Kedinasan 2026, Kementerian PANRB. Diakses 15 Oktober 2026.
- Karo Komlik BKN: Wisudo Putro Nugroho: Poster Pembukaan CPNS 2026 yang Beredar Dipastikan HOAKS, BKN. Diakses 15 Oktober 2026.
- Kemenag Tegaskan Belum Buka Pengadaan CPNS 2026, Publik Diimbau Waspada Informasi Palsu, Kementerian Agama. Diakses 15 Oktober 2026.
- Resmi, Ini Nilai Ambang Batas dan Kisi-kisi SKD CPNS 2024, Kompas.com. Diakses 15 Oktober 2026.

Fullstack Developer & IT Support Specialist
Dimas Maulana adalah Fullstack Developer dan IT Support Specialist di Edumatrix Indonesia, induk perusahaan Akademi ASN. Ia membangun dan mengelola situs Akademi ASN, serta menyunting Artikel di blog ini dengan memeriksa setiap data seleksi terhadap sumber resmi seperti BKN dan KemenPANRB sebelum terbit.
Lihat semua artikel Dimas Maulana

